Gunung Sibuaten

Gunung Sibuaten dapat menjadi referensi terbaik bagi kamu yang ingin mendaki gunung dengan ketinggian diatas 2000 mdpl. Sumatera Utara memang dikenal lewat Danau Toba nya, namun selain itu masih banyak destinasi-destinasi wisata alam lainnya. Salah satunya adalah gunung Sibuaten ini, yang merupakan gunung tertinggi di Sumatera Utara dan memiliki pemandangan luar biasa saat mendakinya. Gunung ini memang kurang populer dibandingkan dengan gunung Sinabung dan Gunung Sibayak, banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut yaitu salah satunya adalah karena minimnya informasi mengenai lokasi maupun keunikanya Gunung ini berada di kawasan Danau Toba, jadi kamu bisa melakukan doible journey dengan mengunjungi gunung Sibuaten dan Danau Toba.

Gunung eksotis ini terletak di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara dan memiliki ketinggian 2457 mdpl. Gunung ini masih berada di dataran tinggi Bukit Barisan, dan dikenal karena ekosistem alamnya yang masih terjaga. Namun dewasa ini gunung Sibuaten sering menjadi ladang eksploitasi bagi beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mengeruk kekayaan alamnya seperti barang tambang dan pepohonan. Gunung yang bagi masyarakat lokal sering disebut Deleng Sibuaten ini memiliki beberapa puncak tipuan, yang berarti pendaki harus memiliki informasi menyeluruh akan gunung eksotis ini. jalur pendakian di gunung Sibuaten secara keseluruhan adalah hutan belantara, jadi bagi kamu yang ingin mendaki gunung Sibuaten pastikan kamu memiliki mental baja.

Gunung Sibuaten merupakan gunung ekstream, dimana di sepanjang perjalanan pendakian, pendaki akan menemukan jalanan lembab dan licin. Selain itu curah hujan di gunung ekstream ini, pastikan kondisi fisik harus dalam keadaan maksimal. Di beberapa spot pendakian, terdapat jalanan yang sangat curam bahkan hampir 80% kemiringan. selain itu disepanjang jalur pendakian, permukaan tanah hampir tidak ada yang flat melainkan berundak-undak dan dipenuhi batu cadas. Daya tahan fisik dari climber sangat diperlukan jika ingin mendaki gunung tertinggi di Sumatera Utara ini.

Lokasi dan akses menuju Gunung Sibuatan
Gunung Sibuatan berada di Kabupaten Karo, Wilayah yang sama dengan Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak. Gunung ini juga termasuk ke empat Kecamatan, yaitu Kecamatan Merek,Tiga Panah, Munte, dan Juhar.

Titik kumpul utama untuk menuju Gunung Sibuatan adalah Kota Medan. Dari pusat kota, kamu bisa naik bus atau angkot di Simpang Pos Padang Bulan menuju Sidikalang, Kabupaten Daiti, Pilihan Dairi. Pilihan lainnya, ada bus antarkota rute Medan - Berastagi/ Kabanjahe yang tersedia di Terminal Terpadu Amplas.

Perjalanan dari Jalur Simpang Pos biasanya memakan waktu sekitar 3 jam sampai tiba di Desa Nagalingga, Kecamatan Merek, Karo. Jka berangkat dari Terminal Terpadu Amplas, kamu bisa turun di Terminal Kabanjahe untuk melanjutkan perjalanan dengan moda transportasi setempat menuju Desa Nagalingga. Dari Desa Nagalingga, kamu hanya perlu menyusuri jalur Pedati untuk sampai di Pintu Rimba Deleng Sibuatan.

Jalur pendakian
Kondisi hutan di Gunung Sibuatan yang masih lebat dan padat membuat pendakian terasa cukup menantang. Para Pendaki disarankan mengunakan sepatu bot karena trek masih dipenuhi dengan lupur yang tebal (konon, bisa dicapai setinggi lutut jika curah hujan sedang tinggi). Akar-akar pohon besar yang melintang pun akan kerap kamu temui di jalur pendakian.

Jalur pendakian gunung Sibuatan awalnya lhanya ada melalui jalur desa Nagalingga tapi saat ini sedah ada jalur alternative yaitu jalur desa Pancur Batu. Jalur pendakian Gunung Sibuatan via Naga Linggaa bermula dari Pintu Rimba Deleng Sibuatan. Pendakian biasanya  memakan waktu 7 - 9 jam dengan total 5 titik shelter sebelum mencapai puncak adalah rute yang bisa kamu gunakan:

-Shelter1 = Perjalanan dari Pintu Rimba sampai ke Shelter 1 memakan waktu sekitar 30 menit. Pemandangan akan didominasi oleh pepohonan besar sebagaimana hutan di kaki gunung pada umumnya.
-Shelter2 = Jarak dari Shelter1 ke Shelter2 kurang lebih 45 menit berjalan kaki. Pada rute ini, pepohonan sudah semakin lebat. kamu pun akan menemui banyak lumut tebal beraneka bentuk yang menjadi ciri khas Gunung Sibuatan.
-Shelter3 = Perjalanan untuk mencapai shelter ini dari titik sebelumnya akan memakan waktu kurang lebih 3 jam. Selain memakan waktu yang cukup panjang, jalur ini juga diketahui cukup berat. Pengunjung disarankan untuk memakai jas hujan karena embun sudah mulai mncul dikawasan ini. Shelter3 juga menjadi lokasi yang tepat untuk beristirahat.
-Shelter4 = Jalur pendakian dari Shelter3 ke Shelter4 terbilang paling berat. Waktu pendakian memang hanya memakan 1 jam, namun kondisi perjalanan sangat menantang. Sepanjang perjalanan, kamu akan menghadapi medan berlumpur dengan ketebalan mencapai 30 - 50 cm serta suhu yang semakin dingin.
-Shelter5 = Untuk mencapai Shelter5, kamu perlu menempuh perjalana sekitar 1 jam. Medan daki pun semakin terjal sehingga pendaki harus memiliki tumpuan agar tubuh tetap seimbang. Shelter5 juga bisa dijadikan lokasi berkemah bagi yang ingin bermalam untuk melihat matahati terbit keesokan harinya. Dari sini, puncak bisa dicapai dengan perjalanan sekitar 1 jam.

Keistimewaan Gunung Sibuatan
Meski dikenal memiliki jalur yang menantang, Gunung Sibuatan juga memiliki beragam pesona keindahan yang akan membayar jerih payahmu. Agar tidak semakin penasaran, simak beberapa keunggulan yang dimiliki Gunung Sibuatan berikut ini:

Hutan Laut
Gunung Sibuatan menjadi rumah bagi flora langka di Indonesia. Mulai dari kantong semar, jamur, anggrek, bahkan lumut bisa kamu temukan di sini. Meski dikenal sebagai tumbuhan penggangu, lumut di sini justru menjadi daya tarik utama. Selain jarang ditemukan di gunung lainnya, padatnya vegetasi lumut di sini juga mampu menghasilkan bentuk-bentuk yang unik.

Tingginya kelembapan udara dan masih sedikitnya eksplorasi hutan di kawasan Gunung Sibuatan juga memicu pertumbuhan lumut, Kamu akan menemukan hutan lumut ini saat sudah memasuki ketinggian 2.000 mdpl.

Puncak Pilar
Puncak Pilar adalah puncak utama Gunung Sibuatan . Untuk mencapai puncak ini,Pendaki memerlukan waktu sekitar 45-60 menit perjalanan dari Shellter5 , Nantinya ,Kamu akan menemukan sebuah tugu beton setinggi 1,5 meter bertuliskan "SEC Triang No. 191" yang menjadi penanda Puncak Pilar

Pemandangan di Puncak Pilar adalah salah satu panorama terbaik yang akan memanjakan matamu, Dari Puncak ini , Kamu akan dibuat kagum oleh panorama Danau Toba , Pulau Samosir, Kota Berastagi, Gunung Sibayak , Gunung Barus, Pantai Barat Sumatera, Gunung Sinabung , Taman Nasional Gunung Leuser , hingga Kota Kabanjahe

Peraturan Wajib di Gunung Sibuatan

Bicara tentang peraturan saya penulis pribadi lebih salut dengan jalur naga lingga yang dimana sudah dikelola secara profesional dimana pengunjung wajib membaca peraturan yang berlaku, Saat ini , gunung sibuaten dikelola oleh komunitas Generasi Muda Pelestari (Gempari), Peraturan dibuat agar kelestarian lingkungan Gunung Sibuatan tetap terjaga , Ini dia beberapa peraturan yang wajib kita ketahui dan taati:

Registrasi Pendakian
Demi keamanan,Seluruh pengunjung diwajibkan untuk melapor terlebih dahulu di pos registrasi , selain memberikan identitas pribadi,kamu juga perli meninggalkan kontak keluarga atau orang terdekat , Dengan Begitu , Pengelola bisa lebih mudah bertindak saat terjadi sesuatu denganmu dan rombongan

Petugas juga akan menanyakan pengalaman Kamu dalam hal pendakian , serta berapa lama akan menginap di Gunung Sibuatan, Bagi yang baru pertama kali mendaki gunung, Kamu wajib memakai jasa ranger(pemandu) . Saat registrasi , kamu juga harus membayar biaya retribusi pendakian sebesar Rp1.000 per orang.

Jam Operasi Pendakian
Di Gunung Sibuatan , kamu tidak bisa melakukan pendakian setiap saat . Pengelola hanya memberi izin pendakian pada pukul 06:00 - 13:00 , Jika datang lewat dari waktu tersebut,Kamu akan diminta untuk menunggu hingga besok pagi, Untuk menunggu , Kamu boleh bermalam di pos registrasi atau berkemah di area dekat Pintu Rimba.

Waktu pendakian pun harus disesuaikan dengan kata data laporan yang kamu berikan saat registrasi , Apabila kamu berencana hanya menginap dua hari di gunung , maka di hari kedua kam harus turun, Jika tidak ,tim daru Gempari Akan Datang menjemputmu

Pencatatan logistik pendaki
Saat registrasi , tim Gempari juga akan memeriksa barang bawaanmu,Di Sini, Semua barang bawaan ,terutama logistik(peralatan dan makanan) akan dicatat lengkap hingga jumlahnya. Pencatatan ini untuk mengetahui apakah logistik kamu mampu mendukung waktu pendakian yang di rencanakan , Jika logistik dianggap kurang , kurang ,maka kamu harus melengkapinya terlebih dahulu untuk mendapatkan izin pendakian

Ketatnya peraturan kebersihan
Pencatatan logistik sebelumnya juga dilakukan untuk mengetahui potensi jumlah sampah yang akan dihasilkan pendaki , Menariknya , barang bawaan pendaki akan diperiksa kembali setibanya di pos registrasi , Mereka akan memeriksa apakah sampah yang kamu bawa turun sudah sesuai dengan jumlah pencatatan saat registrasi

Jika ketahuan meninggalkan sampah , maka kamu akan di denda Rp500,000 atau kerja bakti membersihkan kawasan Desa Nagalingga . Cukup menarik. Bukan? Peraturan ini pun bisa melatih sikap peduli pengunjung terhadap lingkungan!

Itulah berbagai informasi penting wajib kamu ketahui sebelum mendaki Gunung Sibuatan , Jangan Sampai ada informasi yang terlewatkan agar pendakianmu di Gunung tertinggi, Sumatera Utara  ini Tetap seru, aman, dan menyenangkan

Berbeda dengan jalur sebelahnya , yaitu jalur desa Pancur batu dimana registrasi tetap dilakukan tapi tidak seketat jalur naga lingga sehingga yang tidak safty juga diperbolehkan untuk naik,pendapatan barang bawaan juga dilakukan tapi tidak seketat jalur desa naga lingga karena saya sudah membuktikannya sendiri

Dan yang terakhir tidak siapnya tim pemandu ataupun pihak posko desa pancur batu dalam menangani masalah yang terjadi dalam pendakian , sebagai contoh :

Pada saat kami melakukan pendakian semua diperbolehkan naik walaupunn tidak sesusai dengan standrt pendakian , banyak pendaki yang di bolehkan naik hingga sore hari sehingga kemalaman dijalur dan juga kehujanan dijalur sehinggga terjadi kasus hipotermia lebih dari 1 orang akan tetapi pada saat kami sampai dibawah (pos retribusi) selisih waktu 5-6 jam mereka guide setempat baru bersiap-siap mau berangkat , disitulah saya sedikit kecewa dengan pihak pancur batu

Saran

Sebelum melakukan pendakian gunung sibuaten terutama diharap untuk melengkapi semua peralatan dan kebutuhan pendakian , terutama jas hujan juga kebutuhan pada saat hujan karena gunung sibuaten salah satu tempat dimana curah hujan lumayan tinggi.

Ayo , segera rencanakan perjalananmu bersama kerabat dekat untuk jelajahi Gunung Sibuatan!




0 Komentar